Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin
Rubrik : Tips And Trik
SAHABAT SEJATI
2012-06-08 00:32:21 - by : priyono


Siapakah
Sahabat Sejati


Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary.
“Tak ada sahabat sejatimu kecuali dia yang paling tahu aibmu, dan tidak ada
(sahabat seperti itu) kecuali Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik sahabatmu
adalah yang  menuntutmu, tetapi sama sekali tuntutan itu tidak ada
kepentingannya darimu untuk-nya.”


Tak ada yang lebih tahu aib kita secara detil dan rinci melainkan Allah swt,
karena Dia-lah yang tak pernah meninggalkan anda ketika anda dalam kondisi hina
dan tidak menolak anda ketika anda dalam kondisi sangat kurang, bahkan
senantiasa mengasihi anda dalam situasi apa pun.


Pada saat begitu Dia memerintahkan anda dan melarang anda, namun anda
maksiat pada-Nya, namun Dia tidak meninggalkan anda, bahkan dengan rasa belas
kasih-Nya Dia memanggilmu untuk datang kepada-Nya di saat anda alpa.


Namun jika yang tahu aib anda secara detil itu adalah makhluk, maka para
makhluk pun justru meninggalkan anda dan melempari anda atas perbuatan anda
selama ini. Namun Allah Swt dengan segala cinta dan kasih sayang-Nya senantiasa
malah menjaga anda. Namun yang menyadari itu sangat sedikit.


Allah Swt tidak pernah meminta imbal balik kita dibalik perlindungan,
perintah, tuntutan dan larangan-Nya. Sedangkan pergaulan dan persahabatan
dengan makhluk penuh dengan tuntutan dan kepentingan. Maka sahabat sejati
sesungguhnya  yang menyadarkan kepentingan yang kembali pada diri kita,
hal-hal yang berguna maupun hal-hal mana yang berbahaya.


Namun rasa yaqin yang rendah dan lemah membuat anda terhijab dari semua itu.
Karena itu Ibnu Athaillah melanjutkan:
“Seandainya cahaya yaqin memancar, pasti anda melihat akhirat lebih dekat
padamu dibanding anda menempuhnya. Dan sungguh anda memandang keindahan dunia
tak lebih dari reruntuhan fana yang tampak padanya.”


Dunia hanyalah khayal dalam wujudnya, apabila anda benar-benar tercerahi
oleh cahaya yaqin.  
Ahmad bin Ashim al-Anthaky ra menegaskan, “Yaqin adalah nur yang dijadikan
Allah swt dalam hati hamba-Nya, hingga ia melihat perkara akhiratnya dan cahaya
itu membakar semua hijab antara Dia dan dirinya, sampai akhirat tampak begitu
jelas dalam perspektifnya.”


Suatu hari Rasulullah Saw, bertanya kepada Haritsah ra,  “Apa kabarmu
pagi ini wahai Haritsah?”
“Saya dalam kondisi beriman yang benar,” jawab Haritsah.
Rasulullah saw, bersabda, “Setiap kebenaran ada hakikatnya, lalu apa hakikat
imanmu?”
“Seakan-akan saya berada di Arasy Tuhanku benar-benar ditegakkan dan saya
melihat ahli syurga sedang menikmati nikmat-nikmat-Nya di syurga dan ahli
neraka sedang saling minta pertolongan,” kata Haritsah.


Rasulullah saw, bersabda, “Kamu sedang mengenal maka teguhlah. Seorang hamba
yang qalbunya dicerahi cahaya oleh Allah….” (Al-Hadits).
Rasulullah saw, pernah bersabda, “Bila  cahaya masuk dalam hati, maka hati
akan lapang…”
Rasul saw, ditanya, “Wahai Rasulullah apakah ada tanda untuk mengenal itu?”
Beliau menjawab, “Merasa kosong di negeri tipudaya dan kembali pada negeri
keabadian, serta mempersiapkan bekal mati sebelum waktunya tiba…”  (Sumber: SufiNews.Com)

Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin :
Versi Online : /?pilih=news&aksi=lihat&id=42