Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin
Rubrik : Berita Terkini Sekolah
nasehat
2013-01-07 08:47:38 - by : priyono

10 WASIAT UNTUK WANITA SHOLEHAH

1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila
engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka
bermaksiatlah kepada Allah ta'ala. Sesungguhnya kemaksiatan
menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan
engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah ta'ala.

"Wahai hamba Allah..! Jagalah Allah ta'ala maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu." 

Sesungguhnya
ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan
kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena
itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan
berpaling dari suaminya, ia berkata: Aku mohon ampun kepada Allah! itu
terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai
saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

- Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

- Duduk di majlis ghibah (bergosip) dan namimah, berbuat riya' (pamer) dan sum'ah.

- Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman : "Wahai
orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum
yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik
dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita
(mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan."
[TQS. Al Hujurat: 11]

-
Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa
didampingi mahram. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya." [HR. Muslim]

- Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

- Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka." [HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany]

- Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.

- Tabarruj (pamer kecantikan).

- Membiarkan sopir dan pembantu yang bukan mahrom masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.

 
2. Berupaya mengenal dan memahami suami

"Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu." 

Apa–apa
yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci,
berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara
maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam
bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Azza Wajalla).


3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya
aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku
perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya."
[HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany]

Hak
suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat
kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak
mendurhakainya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dua
golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang
lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada
suaminya hingga ia kembali."
[HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany]

Ketahuilah,
engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa
kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan
baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjadi sebaik-baik wanita
(dengan izin Allah).


4. Bersikap qanaah (merasa cukup)

"Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak."

Maka
janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu
yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita
salaf radhiallahu 'anhunna. Salah seorang dari mereka bila suaminya
hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??
Ia berkata pada suaminya: "Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari
penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun
kami tidak bisa bersabar dari api neraka."



5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga 

Seperti
mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga
kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada
waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri
membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak
berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.


6.
Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya,
khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya


Wajib
bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut,
menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau
melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah
ta'ala semampumu.


7. Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya

-"Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya."_ 

Renungkanlah
wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu'anha,
dalam hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam walaupun ia telah
meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi
sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh
panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya
dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan
lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam merasakan ketenangan setelah terguncang dan
merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali
pertama: 

"Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu
selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung
orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau
menolong setiap upaya menegakkan kebenaran."
[HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim]


8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya

Wahai
istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan
dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya,
hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya.
Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat
menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan
kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan
keutamaan dan kebaikannya kepadamu.


9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya)

Istri
adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta
paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat
yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih
besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia
suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena
maslahat yang syar'i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim
atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.


10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan

Termasuk
kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan
kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang hal itu dalam
sabdanya: "Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu
mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya
melihatnya."
[HR. Bukhary dalam An-Nikah]

Untuk para istri
yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah
memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmat-Nya. Aamiin.

Wallahu a'lam bish showab...

Sumber: http://arrahmah.com/read/2011/10/15/15788-10-wasiat-untuk-wanita-sholehah.html#

Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin :
Versi Online : /?pilih=news&aksi=lihat&id=47