Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin
Rubrik : Berita Terkini Sekolah
MEMBACA, MEMBACA LAGI, MEMBACA TERUS
2017-05-06 13:44:18 - by : admin

Pada tahun pelajaran 2015/2016 ini, Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan meluncurkan dan menerapkan Program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP)
untuk diterapkan di sekolah. Salah satu isi dari program tersebut adalah
penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak yang dilakukan dengan kegiatan
wajib membaca buku 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di
sekolah.


 


Melalui pembiasaan membaca, diharapkan bisa
menumbuhkembangkan potensi utuh para siswa. Buku yang dibaca bukan buku mata
pelajaran. Hal yang terpenting, buku itu harus pantas dan disukai oleh para
siswa sesuai dengan tingkatannya. Buku-buku yang dibaca bisa berjenis sastra
Indonesia dan luar negeri. Bahkan jenis bacaan serupa koran atau majalah bisa
digunakan sekolah.


 


Program pembiasaan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa
minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Indonesia adalah salah satu negara
dengan tingkat minta baca paling rendah di dunia. Minat baca masyarakat
Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Sastrawan Taufik Ismail bahkan
mengatakan siswa kita sudah menderita ‘rabun’ membaca dan ‘pincang’ menulis.
Sementara itu, di negara-negara lain, sudah berpuluh-puluh tahun lalu membaca
menjadi kewajiban siswa di bangku sekolah – membaca buku selain buku paket
pelajaran. Oleh karena itu, tidak heran jika kemampuan literasi siswa-siswa
kita menduduki peringkat paling rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.
Rendahnya minat baca ini pada akhirnya akan berpengaruh pada kualitas sumber
daya manusia Indonesia.


 


Meski sangat terlambat, upaya ini patut diapresiasi. Namun
demikian, upaya menumbuhkan minat baca, khususnya bagi pelajar, tentu tidak
mudah. Terlebih di tengah serbuan perkembangan teknologi yang nyaris tak
terbendung dan telah mencengkeram waktu generasi muda. Hal ini terlihat setelah
hampir 2 bulan tahun pelajaran berjalan, kebiasaan membaca ini belum dapat
maksimal dilaksanakan di sekolah. Siswa masih tampak enggan membaca buku.


 


Menumbuhkan minat baca memang menjadi masalah yang hampir
tidak pernah selesai bagi bangsa ini. Harga buku dan ketersediaan buku selalu
menjadi alasan. Membeli buku selalu menempati urutan daftar kebutuhan paling
bawah. Dan jika harga-harga kebutuhan konsumtif lainnya naik, kebutuhan membeli
buku-lah yang pertama kali akan dicoret dari daftar kebutuhan. Padahal,
masyarakat bisa sangat konsumtif untuk hal-hal lain.


 


Selain itu, dalam kehidupan masyarakat juga menunjukkan
bahwa orang-orang yang tidak pernah membaca pun dapat hidup sejahtera, dapat
hidup kaya – ukuran materi yang selalu digadang-gadang oleh setiap orang. Jadi,
untuk apa harus membaca, yang penting sudah hidup enak. Berbagai propaganda
tentang manfaat membaca buku yang sering disampaikan juga tidak mampu mengubah
keadaan.


 


Menumbuhkan minat baca tidak cukup hanya dengan peraturan
atau perintah. Untuk awal memang perlu sedikit dipaksakan, dalam arti
dipaksakan dalam penyediaan waktu sebagaimana diprogramkan oleh Kememdikbud.
Namun demikian, bahan bacaan diserahkan/dibebaskan kepada siswa – yang tentunya
tetap memperhatikan unsur kemanfaatannya. Bacaan yang bermanfaat tentu akan
membantu menumbuhkan potensi siswa.


 


Penumbuhan minat baca di sekolah, tentunya memerlukan peran
guru. Guru harus menjadi model atau contoh. Guru harus lebih dulu memiliki
minat baca yang baik sebelum menuntut siswa gemar membaca. Selain itu, guru
yang sering membaca buku akan memiliki referensi berbagai bacaan yang baik dan
banyak. Dengan begitu, guru akan lebih mudah merekomendasikan bacaan-bacaan
yang baik tersebut kepada para siswa. Guru juga tidak khawatir siswa akan salah
memilih bacaan.


 



Kebiasaan membaca juga harus dibangun oleh lingkungan, yaitu
lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca. Selain penyediaan waktu,
penumbuhan minat baca juga harus dilakukan dengan penyediaan buku-buku yang
berkualitas, baik di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan kelas, penyediaan
koran dinding di tempat-tempat strategis, juga buku-buku elektronik untuk
menyiasati siswa yang saat ini memang cenderung lebih akrab dengan teknologi.
Dengan upaya ini diharapkan minat baca siswa akan semakin tumbuh. Salam.


sumber:bektipatria.wordpress.com

Selamat datang di website resmi sekolah kami, semoga dapat bermanfaat. Amin :
Versi Online : /?pilih=news&aksi=lihat&id=56